Stop Stigma Negatif Penderita Corona

By |2020-03-30T07:14:05+07:00March 30th, 2020|Artikel Kedokteran|0 Comments

Di Indonesia angka kejadian Covid 19 terus bertambah, saat ini (30 Maret 20) penderita Covid 19 sudah mecapai 1.285 dengan kematian 114 0rang. Sementara di Provinsi Aceh saat ini sudah 5 orang dinyatakan positif covid 19 dengan 2 kasus kematian. Covid 19 merupakan infeksi virus yang mudah menyebar kepada dan sesama manusia. 85% penyakit ini tidak memiliki gejala namun dapat menularkan. Tingginya kasus Covid 19 di Indonesia tidak terlepas dari karakter masyarakatnya. 

Di Masyarakat kita saat ini memiliki persepsi/ stigma negatif terhadap penderita covid 19. Mereka beranggapan penyakit ini dapat menjadi aib bagi penderita, keluarga dan masyarakat sekitar. Penderita dan keluarga seringkali dikucilkan, dijauhi secara fisik dan sosial atau bahkan diusir oleh  masyarakat sekitar. Karena perasaan khawatir dan stigma buruk yang berkembang ditengah masyarakat inilah membuat pasien menunda berobat ke fasilitas kesehatan atau menyembunyikan riwayat perjalanan kedaerah terjangkit dan kontak dengan penderita covid 19.

Sebenarnya penyakit ini dapat menginfeksi siapa saja tanpa terkecuali. Penyakit ini bukanlah timbul akibat perbuatan tercela dan amoral. Stigma negatif yang diberikan justeru berdampak sangat serius bagi penderita. selain harus menaggung rasa sakit, penderita juga menahan beban psikis, belum lagi beban ekonomi yang ia pikul karena dikarantina/ isolasi.

Sebagai warga Negara yang baik, yang mengedepankan sikap gotong royong kita seharusnya memiliki sikap empati dan memberikan dukungan sosial dan psikis untuk membantu penderita melewati sakitnya. Dukungan sosial dan psikis ini diharapkan dapat membuat penderita cepat pulih dari sakitnya. Bukan malah mem-bully dan merendahkan penderita dan keluarga.

Dorongan sosial dan psikis yang diberikan dapat berupa memberikan semangat dan doa, menguatkan penderita untuk melewatinya sakitnya dengan sabar dan ikhtiar melalui telepon dan pesan elektronik, gotong royong membantu kebutuhan ekonomi penderita dan keluarga selama dirawat dan karantina, memfasilitasi penderita/ keluarga bila membutuhkan bantuan medis, dan lain sebagainya.

Karena yang termasuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan risiko tinggi terkena infeksi covid 19 belum tentu membawa penularan, asal masyarakat disekitarnya berhati-hati, menjaga jarak, tidak menghadiri acara ditempat-tempat ramai dan selalu tenang dan tidak panik. Karena panik dan stress yang berlebihan justeru akan berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh.

Mari bersama memberantas penularan covid 19 dengan meningkatkan ibadah, memohon ampun dan berdoa meminta perlindungan Allah, menerapkan perilaku bersih dan sehat, menjaga jarak dan menghindari keramaian, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dan yang tidak kalah penting  memberikan dukungan psikis dan sosial kepada penderita dan keluarga ODP/ PDP/ Positif Covid 19 yang diharapkan dapat mempercepat penyembuhannya.

penulis

dr. Al Bukhari

About the Author:

Leave A Comment