Mengenal Penyakit ‘Ain Yang Tidak Boleh Diremehkan

By |2022-06-23T18:14:20+07:00June 23rd, 2022|Artikel Islam|0 Comments

Penyakit yang ditimbulkan oleh manusia ternyata bukan saja dari fisik, namun juga non fisik yang menimbulkan penurunan kondisi tubuh bahkan kematian. Salah satu penyakit non fisik atau tak kasat mata yang berbahaya itu bernama Penyakit ‘Ain.

Apakah itu penyakit ‘Ain??

Penyakit ‘Ain yaitu penyakit yang timbul dari pandangan mata yang bersumber dari rasa iri dan dengki. Al Lajnah Ad Daimah  menjelaskan bahwa penyakit ini berasal dari pandangan mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut.

Kok Bisa Penyakit ‘Ain berbahaya?

Mungkin diantara kita bertanya-tanya kok bisa karena pandangan mata dapat menimbulkan penyakit atau bahkan kematian??. Ini tampaknya memang tidak masuk akal namun dampaknya nyata dan serius. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului taqdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain nabi Muhammad SAW berkata Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dihasankan oleh Al Albani)

Penyakit ‘Ain ini benar-benar ada dan pernah terjadi. sangat mudah bagi Allah membuat penyakit seperti ‘Ain ini. Ketika kita dapati seseorang yang sakit tanpa sebab yang jelas kemungkinan penyakit ‘Ain inilah yang sedang menyerang.

Kenapa ‘Ain bisa terjadi??

Seperti dijelaskan diawal bahwa penyakit ini bersumber dari pandangan. Nah secara garis besar ada dua pintu masuk penyakit ini, yaitu:

  1. karena adanya rasa hasad (iri; dengki)

Rasa hasad (iri dan dengki) ini timbul setelah melihat nikmat yang Allah titipkan pada orang lain. Ketika seseorang memiliki hasad terhadap orang lain, lantas memandang orang tersebut dengan pandangan penuh rasa benci dan iri, inilah asal mula penyakit ‘ain muncul.  “dan dari keburukan orang yang hasad” (QS. Al Falaq: 5).

2. Karena adanya rasa kagum

Rasa kagum terhadap seseorang dapat juga menimbulkan penyakit ini sebagaimana yang pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.

“Suatu saat ayahku, Sahl bin Hunaif, mandi di Al Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ‘Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya. Dan Sahl adalah seorang yang putih kulitnya serta indah. Maka ‘Amir bin Rabi’ah pun berkata: “Aku tidak pernah melihat kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, bahkan mengalahkan kulit wanita gadis”. Maka Sahl pun sakit seketika di tempat itu dan sakitnya semakin bertambah parah. Hal ini pun dikabarkan kepada Nabi SAW, “Sahl sedang sakit dan ia tidak bisa berangkat bersamamu, wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah SAW pun menjenguk Sahl, lalu Sahl bercerita kepada Rasulullah tentang apa yang dilakukan ‘Amir bin Rabi’ah. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ‘ain itu benar adanya, …..(HR. Malik dishahihkan Al Albani)

Bagaimana Cara mencegah Penyakit ‘Ain??

Ada beberapa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit ini, diantaranya;

  • Tidak memiliki sifat hasad; iri dan dengki dan rasa kagum berlebihan didalam hati. Karena penyakit ini dapat bersumber dari perasaan tersebut. Dengan kita menghilangkan perasaan tersebut akan mencegah datangnya penyakit ini
  • Menghindari menyebut-nyebut kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, termasuk memamerkan foto diri, foto istri/suami, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan kekaguman dan iri-dengki dari orang yang melihatnya.

Diantara dzikir pencegah ‘ain yang bisa dibaca kepada anak-anak agar tidak terkena ‘ain adalah sebagaimana nabi SAW mendoakan Hasan dan Husain dengan doa:

أُعِيذُكما بكلِماتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِن كلِّ شيطانٍ وهامَّةٍ، ومِن كلِّ عينٍ لامَّةٍ

 “Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan racun, dan gangguan ‘ain yang buruk”. Lalu Nabi bersabda: “Dahulu ayah kalian (Nabi Ibrahim) meruqyah Ismail dan Ishaq dengan doa ini” (HR. Abu Daud  dan Ibnu Hibban)

  • Rutin dzikir-dzikir pagi dan sore, serta dzikir-dzikir harian seperti dzikir keluar/masuk rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, dzikir hendak tidur atau bangun tidur, dzikir naik kendaraan, dzikir ketika akan makan, dzikir setelah shalat, dan lainnya.
  • Ketika memandang suatu keindahan atau memuji seseorang, kita hendaknya mendoakan keberkahannya. Salah satu ucapan yang harus disertai saat memuji suatu keindahan adalah dengan mengucap ‘masyaallah’, ‘laa haula walaa quwwata illa billah’, dan ‘tabarakallah’. Ucapan-ucapan di atas merupakan ucapan tersebut memiliki arti bahwa sesungguhnya segala hal adalah kehendak Allah serta untuk mendoakan seseorang yang dipuji agar kelebihannya tersebut diberkahi Allah SWT.
  • Senantiasa memohon perlindungan Allah, bertaubat atas maksiat yang kita telah lakukan dan bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan kepada kita. Sebagaimana Firman Allah Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah pasti Allah akan penuhi kebutuhannya” (QS. Ath Thalaq: 3).

Demikianlah penjelasan sederhana tentang penyakit ’Ain dan bahayanya semoga Allah SWT melindungi kita dari bahayanya penyakit ini. Aamiin

About the Author:

Leave A Comment