Melirik Hikmah dibalilk Wabah Corona

By |2020-04-08T13:46:49+07:00April 8th, 2020|Artikel Islam|0 Comments

Corona atau covid 19 adalah infeksi virus yang menakutkan seluruh dunia, negara maju maupun berkembang. Virus ini pertama kali menjangkiti warga pada akhir Desember tahun lalu di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus yang diduga kuat berasal dari hewan liar itu kini telah menjangkiti jutaan orang dan merenggut ribuan nyawa manusia.

Sebagai seorang muslim kita menyakini tidak ada suatu wabah/ musibah yang menimpa, kecuali ada hikmah dan pelajaran untuk pribadi dan peradaban. Banyak yang bertanya, apakah virus Corona ini sengaja diciptakan manusia untuk kepentingan tertentu?.  

Terlepas banyaknya tudingan yang mengatakan bahwa virus ini hasil konspirasi manusia atau senjata biologis yang senagaja diciptakan, namun diharapkan kita tetap menjaga kemurnian tauhid Rububiyah, yaitu mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan dan pengurusan makhluk dan alam semesta. “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al-A’raf : 54)

Disini penulis akan menyajikan beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dibalik wabah corona saat ini.

  1. Makanan Halal Solusi Kesehatan

Islam agama sempurna yang memiliki kebaikan dan nilai ilmiah setiap ajaran dan syariatya, termasuk  dalam hal memilih makanan.  Islam mewajibkan pemeluknya untuk mengonsumsi makanan halal dan juga toyib (baik) serta melarang memakan bangkai, binatang buas, hewan yang memiliki cakar, taring, dan menjijikkan. Tentu alasan diharamkannya jenis makanan tersebut memiliki manfaat yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk”  QS. Al ‘Araf :157

Virus ini pertama kali terdeteksi di negeri Wuhan. Sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal medis internasional, The Lancet, menemukan bahwa 27 dari 41 orang pertama yang terinfeksi ternyata pernah berinteraksi langsung dengan pasar hewan laut Hunan di Wuhan. Pasar ini diketahui juga menjual hewan liar seperti kelelawar, teringgiling, ular dan lain-lain.

Kejadian di pasar Wuhan dan pandemiknya Covid 19 memberikan pelajaran berharga bagi kita untuk menjaga kesehatan makanan, yaitu dengan mengonsumsi makanan halal yang telah disyariatkan oleh Islam.

“katakanlah dihalalkan bagi kalian yang baik-baik.” [QS. Al Maidah :4].

2. Manusia adalah makhluk Lemah

Tidak ada musibah di bumi ini kecuali akibat kedzoliman, kecongkakan dan kesombongan manusia. Peradaban manusia yang Moderat, Tekhnologi Informasi yang semakin canggih menuntut manusia untuk terus  bersaing, berambisi tinggi, bersaing ketat satu sama lain dan terus melakukan perubahan cepat. Hal ini kemudian melalaikan manusia untuk bersyukur, rendah hati dan saling tolong-menolong.

Saat ini penyakit Corona belum ada vaksin dan obatnya.  Kasus kematian terus bertambah bagaikan rintikan gerimis yang terus jatuh kepermukaan bumi. Amerika, China, Italia yang merupakan Negara maju, memiliki tekhnologi, peralatan dan obat-obatan kedokteran yang canggihpun tidak berdaya menghadapi wabah ini. Bagaimana dengan negera lain terutama Negara berkembang?, bisa dipastikan bagaimana nasibnya menghadapi wabah ini.

Bahwa tempat suci yang selalu ramai dengan tasbih jutaan manusia setiap waktu, mampu meredup, sepi berganti sendu. Membuat kita tahu, Allah tidak membutuhkan Milyaran manusia untuk memujanya. Ia tetap berkuasa. Lantas apa yang patut kita sombongkan??”

3. Penguatan Ketahanan Keluarga

Selama wabah corona setiap orang dianjurkan untuk berada dirumah guna menghindari penyebaran virus corona. Hal ini adalah momen yang tepat digunakan oleh keluarga untuk menghabiskan waktu bersama agar lebih dekat, akrab, memahami satu sama lain. Terutama bagi orang tua yang memiliki sedikit waktu luang  untuk keluarga karena kerja diluar rumah. Saat bersama-sama dirumah, suatu keluarga punya kesempatan berharga untuk melakukan penguatan ketahanan keluarganya melalui penguatan ibadah dan akhlak serta hidup secara sederhana.

Ibadah dan Akhlak adalah pondasi pokok ketahanan keluarga. Saat bersama dirumah, seorang ayah sebagai kepala keluarga dapat lebih banyak meghabiskan waktu bersama anak dan istrinya untuk berinteraksi, belajar, mengamalkan dan evaluasi penguatan ibadah dan akhlak, sehingga ketahanan keluarga akan lebih kuat.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, Kemudian mereka tetap istiqamah. Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita (QS Al Ahqaf :13).

4. Sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT

Kehadiran Corona membuat takut seluruh manusia. Saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk menyembuhkannya. Akibat ketakutan dan ketidak-berdayaan menghadapinya manusia berbondong-bondong meminta ampun dan perlindungan serta semakin menertibkan ibadahnya kepada Allah SWT melalui Shalat bersama keluarga dirumah, membaca Al-quran, memperbanyak doa, dan memberikan santunan kepada yang membutuhkan.

 Mendekatkan diri kepada Allah adalah solusi segala persoalan, yang seharusnya ditempuh sejak awal. Namun  bagi sebagian orang cara ini ditempuh bila sudah buntu. Wabah Corona yang membuat orang semakin dekat dengan Rabb-nya adalah cara Allah untuk mengembalikan kebutuhan fitrah/ primer manusia, yaitu Mengamalkan Islam secara Kaffah, untuk memperoleh ketenangan hati, kejernihan pikiran, kehati-hatian dalam besikap dan kesehatan mental serta fisik.  

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.” (Qs. ath-Thalaaq: 4).

Wabah Corona yang sedang heboh saat ini harus bisa kita antisipasi dan cegah dengan baik untuk memutus mata rantai penularannya. Selain itu sebagai muslim kita harus bisa mengambil hikmah dan pelajaran disetiap peristiwa, termasuk wabah corona ini agar lebih bersyukur, introspeksi diri, serta mendekatkan diri kepada-Nya terutama menjelang kedatangan Bulan Ramadhan yang tinggal hitungan hari. Semoga Allah melindungi kita semua.

Penulis

dr. Al Bukhari

About the Author:

Leave A Comment