Makna Mudik Dalam Islam

By |2022-04-29T09:45:46+07:00April 29th, 2022|Artikel Islam|0 Comments

Menjelang lebaran idul fitri media nasional akan sibuk memberitakan tentang aktivitas Mudik. Mudik adalah salah satu tradisi unik orang Indonesia menjelang lebaran idul fitri yang jarang ditemukan pada Negara lain. Tahukah kita bahwa mudik berasal dari bahasa jawa, Mulih Dilik yang berarti pulang sebentar.

Mudik adalah aktivitas untuk kembali pulang ke kampung halaman berjumpa dengan orangtua, handai taulan, dan melihat tempat di mana mereka tumbuh serta menunjukkan eksistensi identitas/ kemapanan yang telah mereka capai dalam perantauan tanah orang.

Pada tahun ini penyebaran covid 19 yang semakin melandai dan sasaran vaksinasi yang telah luas membuat pemerintah memperbolehkan melakukan kegiatan mudik lebaran, sehingga masyarakat sangat antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang bertemu keluarga dan saudara di kampung halaman.

Makna Mudik Lebaran dalam Islam

Mudik sebagai aktivitas pulang kampung halaman, namun kita juga harus dapat menggali pelajaran hidup melalui kegiatan rutin tahunan tersebut, Nah dari aktivitas mudik ada beberapa pesan yang dapat kita ambil, yaitu;

1. Mudik mengingatkan manusia kembali ke asalnya, kembali ke fitrah

Fitrah menurut bahasa adalah penciptaan atau kejadian, yaitu kejadian sejak awal atau bawaan sejak lahir. Pada saat lahir manusia sudah fitrah, yaitu bersih dan bebas dari dosa. Fitrah adalah software yang Allah tanamkan dalam hati manusia saat dalam kandungan. Fitrah manusia adalah agama dan tauhid yang membimbing sekaligus membersihkan manusia dari kotoran dan dosa. semenjak masih menjadi janin, seluruh manusia telah bersaksi bahwa Allah Ta’ala adalah sesembahan satu-satunya.

Tauhid merupakan fitrah manusia, artinya setiap manusia memiliki ketergantungan yang fundamental, pada sisi yang lain, Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Oleh sebab itu agar tercukupi kebutuhan fitrah manusia islam memerintahkan untuk tunduk pada syariat Islam. Dengan demikian bisa dipahami bahwa hanya agama Islam yang memenuhi kebutuhan fitrah lahir dan bathin manusia dengan cara mengajarkan ketauhidan.

Islam dan tauhid  harus dijaga, harus dipertahankan sampai mati. Jika perlu dalam mempertahankan ini, harus mengorbankan diri. Apakah itu korban dengan jiwa ataukah harus dengan harta. Kesemuanya dilakukan untuk mempertahankan keislaman diri yang telah dimulai dengan syahadat.

Dengan pulang ke kampung, manusia akan teringat ‘kampung yang kekal’ atau akan ingat masa lalu ‘siapa yang menciptakan’ dan ‘akan ke mana setelah itu’

2. mudik mengingatkan manusia untuk mempersiapkan bekal akhirat

Saat mudik lebaran tentu persiapan harus dilakukan dengan matang dan jauh jauh hari, mulai dari waktu keberangkatan, jenis kendaraan, keuangan yang cukup selama perjalanan dan saat berada dikampung halaman serta ole-ole/ THR yang akan dibagikan kepada keluarga dan sanak saudara disana.

Semakin matang persiapan mudik, maka akan semakin memudahkan kita melewati rintangan-rintangan yang akan terjadi saat perjalanan atau dikampong halaman nantinya. Semakin banyak  bekal, ole-ole, hadiah, THR yang kita bagikan dikampung halaman maka akan semakin antusias, bahagia dan meriah sambutan keluarga dan saudara menyambut kedatangan kita.

Namun bila mudik lebaran dilakukan tanpa ada persiapan matang, maka akan mudah dijumpai rintangan yang menganggu aktivitas mudik. Begitu pula saat pulang kampung tanpa membawa buah tangan seperti  ole-ole, kue lebaran  atau THR kepada keluarga atau saudara tentu mereka akan menyambut kedatangan kita dengan biasa saja dan tanpa antusias.

Begitu halnya dengan Akhirat. Semakin banyak dan matang persiapan yang kita lakukan sebelum mudik kekampung akhirat maka akan semakin mudah kita melewati perjalanan hisab akhirat. Dengan bekal yang baik berupa amal shaleh Sehingga Allah, Para Malaikat, Nabi dan Rasul serta orang-orang yang beriman bahagia dan antuasia menyambut kedatangan kita.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (bekal akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr : 18)

Demikianlah makna mudik lebaran yang kita lakukan rutin setiap tahun. Semoga Mudik kita tahun ini dilancarkan Allah SWT dan dapat berkumpul bersama keluarga dan saudara dikampung halaman serta dapat kembali fitrah setelah berpuasa satu bulan penuh untuk persiapan bekal kita mudik ke kampung akhirat

About the Author:

Leave A Comment