Keutamaan Sepuluh Awal Dzulhijjah

By |2022-06-27T06:54:39+07:00June 22nd, 2022|Artikel Islam|0 Comments

Sesungguhnya Allah memberikan kemulian dan kelebihan kepada makhluk atas makhluk lainnya. Termasuk pula kelebihan waktu atas waktu yang lainnya dimana Allah lebih menyukai dan melipatgandakan ganjaran ibadah dan amal shaleh pada waktu tersebut dibandingkan dengan waktu pada bulan-bulan yang lain. Diantara kelebihan tersebut Allah berikan pada sepuluh awal bulan dzulhijjah.

Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“ (HR Al-Bukhari)

Tidak ada perbedaan dikalangan ulama terkait keutamaan di sepuluh awal Dzulhijjah ini. Ibnul Qoyyim  mengatakan tidak ada waktu yang Allah lebih menyukai amal kebaikan kecuali yang dilakukan pada siang hari di sepuluh awal dzulhijjah dan tidak ada amal yang lebih Allah sukai pada malam hari kecuali pada sepuluh akhir bulan Ramadhan, yaitu malam lailatul qadr. Jadi Allah sangat menyukai amal shaleh yang dilakukan pada waktu siang di sepuluh awal Dzulhijjah dan malam sepeluh akhir Ramadhan.

Apa sajakah bentuk-bentuk amal kebaikan yang dapat kita lakukan pada sepuluh awal bulan Dzulhijjah?

  1. Berpuasa

Berpuasa pada awal bulan dzulhijjah dapat dilakukan secara penuh sembilan hari, atau sebagaian atau pada pada hari Arafah saja. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kita untuk memperbanyak puasa pada hari-hari ini. Sebagaimana haditsnya “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun“. [Hadits Bukhari-Muslim].

“Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Puncak dari puasa dibulan dzulhijjah terdapat pada tanggal 9 dzulhijjah yang sering dikenal dengan puasa Arafah. Hadits Nabi Muhammad SAW  “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya” HR. Muslim

2. Melaksanakan Haji dan Umrah

Haji merupakan Rukun Islam yang ke-lima, yang merupakan pelengkap bagi rukun-rukun islam lainnya bagi yang memiliki kesanggupan. Maka barangsiapa yang melakukan ibadah haji sesuai yang Allah telah syariatkan, Maka Allah akan memberikan ganjaran sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga” HR Al-Bukhari-Muslim

3. Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Termasuk amalan shalih pada hari-hari ini adalah memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, istigfar dan doa.  sebagaimana firman Allah “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [QS al-Hajj : 28]. Dalam haditsnya Nabi SAW pernah berkata “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid“. [HR:  Ahmad].

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa

Bulan Dzulhijjah termasuk bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan Allah selain bulan Muharram. Rajab dan Dzulkaidah. Berbuat baik pada bulan ini akan Allah lipatgandakan begitu pula maksiat dan dosa yang dilakukan juga akan dilipatgandakan ganjarannya. Sehingga seseorang yang bertaubat pada bulan Haram ini sangat dianjurkan karena kebaikan-kebaikan yang berlimpah dan rahmat Allah banyak tercurah.

5. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya

Shalat idul adha adalah hari-raya yang paling utama dibandingkan dengan idul fitri karena memiliki nilai historis dan spiritual yang penting yang melatarbelakanginya. Sebagamana firman Allah” Maka Dirikanlah shalat (idul Adha) Karena Rabbmu dan Berkorbanlah”.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW meggabungkan dua ibadah yang agung yaitu  shalat dan kurban. Keduanya termasuk  ketaatan yang paling agung dan mulia.

6. Berkurban

Berkurban merupakan syariat penting dalam bulan dzulhijjah yang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasyriq. Ibadah qurban memiliki keutamaan yang sangat luar biasa sebagaimana hadits Nabi SAW  “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh orang yang hendak berkurban yaitu  mencegah dirinya dari  memotong rambut,  kuku atau mengupas  kulitnya,  sejak  awal Dzulhijjah sampai ia menyembelih kurbannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW  “Apabila hilal Dzulhijjah telah  terlihat, dan salah seorang diantara kalian  hendak  berkurban, maka janganlah ia mengambil rambut dan kukunya sedikitpun  hingga ia menyembelih kurbannya” HR. Muslim

7. Memperbanyak Amal Saleh

Memperbanyak Amal shaleh pada bulan dzulhijjah begitu sangat dianjurkan karena akan mendapatkan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda. Diantara contoh kebaikan tersebut ialah  shalat sunnah, dzikir, sadaqoh,  berbakti pada orang tua, amar ma’ruf nahi  mungkar, menyambung tali persaudaraan dan berbagai macam amalan lainnya.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.An-Nahl: 97).


Demikianlah penjelasan tentang keutamaan dari sepuluh awal bulan dzulhijjah dan bentuk-bentuk amal shaleh yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu-waktu mulia tersebut. Semoga bermanfaat!!.

About the Author:

Leave A Comment