Ghibah yang Diperbolehkan

By |2022-05-20T16:39:24+07:00May 20th, 2022|Artikel Islam|0 Comments

Ghibah adalah menceritakan tentang seseorang yang tidak berada ditempat dengan sesuatu yang tidak disukainya. Baik menyebutkan aib badannya, keturunannya, akhlaknya, perbuatannya, urusan agamanya, dan urusan dunianya. Dalam arti populer saat ini sering disandingkan dengan istilah gosip. Gosip atau ghibah memang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Baik itu obrolan di tempat kerja, keluarga,  atau teks grup antar teman. Bahkan media-pun turut menayangkan program khusus gosip untuk mengungkap aib dan keburukan, kehidupan pribadi dan rumah tangga para artis dan para pejabat tanah air secara bebas dan blak-blakan.

Saat ini gosip atau ghibah digunakan sebagai obrolan saat berkumpul yang terkadang secara tak langsung dapat mengikat hubungan antar sesama meskipun kondisi seperti ini cenderung merupakan perkumpulan yang kurang sehat. Aktivitas gosip inipun dilakukan secara universal, mulai dari anak-anak, orang dewasa serta lansia; wanita dan juga pria juga kerap ikut bergosip.

“Nabi SAW berkata, Tahukah kalian apa itu ghibah? Para sahabat menjawab. Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda : Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang ada dalam diri saudaramu yang tidak disukai olehnya” (HR. Imam Muslim)

Namun demikian, ada jenis yang Ghibah yang diperbolehakn dalam islam dengan niat kebaikan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. berikut adalah jenis Ghibah yang diperbolehkan.

  1. Melaporkan perbuatan Aniaya

Bila sesorang mendapat perbuatan dzolim atau aniaya dari seseorang dapat melaporkan keburukan tersebut kepada pemimpin,  hakim atau pihak yang berwenang sehingga diharapkan dapat memberikan keadilan dan kemanan dari orang yang berbuat dzolim kepadanya

2. Berbicara tentang tokoh atau kaum yang dilaknat Allah

Kita diperbolehkan untuk berbicara tentang keburukan, bentuk maksiat dan azab yang Allah berikan kepada tokoh dan kaum-kaum terdahulu yang disebutkan dalam Al-Quran dengan tujuan sebagai pembelajaran dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti kisah Fir’aun, Raja Namrud, kaum Tsamud, kaum nabi Nuh, dan sebagainya.

3. Ghibah untuk mengubah kemungkinan dengan meminta bantuan

Tujuan dari ghibah ini adalah untuk menghindari terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dilaporkan kepada orang yang memiliki kekuasaan untuk mengubah kemungkaran. Misalnya Si Fulan telah melakukan tindakan kemungkaran semacam ini, tolonglah kami agar lepas dari tindakannya.

4. Untuk tujuan meminta nasehat

Ghibah jenis ini bertujuan untuk mendapatkan nasihat dan solusi atas perbuatan buruk seseorang. misalnya dengan mengucapkan, “saudara kandung saya telah berbuat aniaya kepada saya, apakah perbuatannya itu diperbolehkan? Bagaimana caranya agar saya tidak diperlakukan demikian lagi? Bagaimana cara mendapatkan hak saya?”

Ungkapan demikian ini diperbolehkan. Tapi lebih baik bila dengan ungkapan, “Bagaimana hukumnya bila ada seseorang yang berbuat aniaya kepada saudaranya, apakah hal itu diperbolehkan?” Ungkapan semacam ini lebih baik karena tidak menyebut orang tertentu.

5. Membicarakan orang yang terang-terangan berbuat maksiat dan bid’ah

Seseorang yang selalu didapati mengonsumsi minuman keras secara terang-terangan, merampas harta orang, menganiaya orang lain, atau korupsi yang dilakukan pejabat dapat diungkap secara terbuka. Perilaku tersebut boleh digunjing selama dilakukan secara terang-terangan, namun bukan pada aib lainnya.

6. Ghibah untuk mengenalkan

Ghibah dalam hal ini adalah untuk meperkenalkan identitas seseorang dengan kekurangan khas yang ia dimiliki. Misalnya “si fulan, yang buta kesini kemarin adalah seorang hafidz”. Penyebutan tersebut hanya agar mudah mengenali seseorang dan tidak bertujuan untuk menghina.

Ini adalah bentuk ghibah/ gosip yang diperbolehkan dalam islam. Mari kita lebih berhati-hati dalam menjaga lisan agar selalu berbicara kebaikan dan menghindari pembicaan yang sia-sia apalagi sampai menimbulkan dosa dan murka Allah SWT.

About the Author:

Leave A Comment