Bersama Kita Melawan Corona

By |2020-03-25T20:34:53+07:00March 25th, 2020|Artikel Kedokteran|0 Comments

Dunia saat ini dihebohkan dengan munculnya sebuah penyakit yang dalam waktu 3 bulan saja sudah menginfeksi lebih dari 120 Negara. Covid 19 atau di masyarakat awam dikenal dengan Corona, adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-COV-2. virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China Akhir tahun 2019. Covid 19 umumnya  menyerang saluran nafas. Virus ini satu golongan dengan virus penyebab  SARS dan MERS, tapi virus covid 19 ini  merupakan jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya dan sampai saat ini masih dalam penelitian. Angka penularan Covid 19 lebih tinggi dibandingkan SARS maupun MERS. Satu orang positif covid 19 rata-rata  dapat menularkan kepada 5-10 orang lain. Sayangnya Di Indonesia hanya memiliki  satu laboraturium untuk memeriksa virus ini, yaitu di Jakarta. 33 provinsi harus mengirimkan sampel pasien, dengan hasil hasil baru diproleh 5-7 hari kemudian. Ini salah satu penyebab keterlambatan diagnosis Covid 19 di Indonesia.

Penyebaran Covid 19 secara global

Saat ini virus Covid 19 sudah menyerang  lebih dari 120 Negara dengan jumlah kasus positif lebih dari 400 ribu orang dengan kasus meninggal dunia  18 ribu lebih. Sementara di Indonesia ada790 kasus dengan 58 orang diantaranya meninggal dunia. Link data pasien corona seluruh dunia dapat diliahat di link https://www.worldometers.info/coronavirus/

Masa inkubasi (masa saat virus masuk ketubuh manusia sampai memberikan gejala) adalah 2-14 hari. Namun penelitian terbaru virus ini dapat bertahan kedalam tubuh hingga memberikan gejala sampai 37 hari, dlm penelitain terbaru. Virus ini terutama menyerang orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti bayi, Lansia, Ibu Hamil dan penyakit Auto Imun(Lupus, SLE, dll)

Data Statistik menyebutkan belum ada kematian akibat Covid 19 pada anak usia 0-9 tahun. Kematian akan mulai tinggi pada usia 50-59 tahun, dengan puncak kematian tertinggi pada usia diatas 80 tahun. Selain itu faktor kemtian akibat Covid 19 akan lebih tinggi pada penderita Penyakit Jantung, DM, Penyakit Paru kronik, Hipertensi dan Kanker.

Apa saja Gejala Penyakit Covid 19?

Secara Umum gejala Covid 19 adalah Demam, Batuk pilek, nyeri tenggorok, gangguan pernafasan disertai dengan riwayat perjalanan/ tinggal  di Negara atau daerah di Indonesia yang sudah terjangkit atau pernah kontak dengan orang yang terindikasi covid 19.

Yang mengkhawatirkan adalah 75% penderita Covid 19 ini tidak memiliki gejala namun dapat menularkan kepada orang lain. Seperti kasus walikota Bogor Bima Arya, Idris Elba, Artis Hollywood mereka tanpa gejala, namun dari hasil pemeriksaan mereka positif Covid. Pasien Covid tanpa gejala inilah yang membuat penularan akan semakin meluas.

Bagaimana Cara penularan Covid 19?

Pada umumnya covid 19 menular melalui droplet, yaitu cairan/ lendir dari batuk/ bersin penderita yang menyebar. Bila droplet masuk ketubuh dan mengenai  bagian tubuh seperti  mata, hidung dan mulut. Sementara penularan virus ini secara aerosol (penularan  melalui udara) masih dalam penelitian lebih lanjut.

Apakah Subulussalam berpotensi terinfeksi Covid 19?

Subulussalam adalah daerah Perbatasan Aceh-SUMUT yg memungkinkan siapa saja masuk ke Subulussalam, termasuk penderita positif Covid 19 terutama tanpa gejala. Tentu kondisi ini membuat pemerintah kota Subulussalam harus berfikir dan bekerja keras untuk mencegah masuknya penyakit ini.

Subulussalam harus diantisipasi dengan baik, selain sebagai daerah perbatasan , terdapat 2 org pasien meninggal dunia setelah pulang dari umrah sebelum sempat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu masyarakat kita terlanjur memiliki stigma buruk terhadap penaykit ini, sehingga  mereka  yang seharusnya  dipantau oleh Dinkes atau Puskesmas setelah pulang dari Negara atau daerah yang terjangkit menolak untuk menjalani pemeriksaan dan isolasi diri 14 hari.

Niat baik pemerintah meliburkan anak sekolah 2 minggu  untuk menjaga dan mencegah penularan Virus ini malah di manfaatkan oleh keluarga untuk berlibur dan pergi rekreasi keluar Kota (seperti Medan, dll) sehingga saat mereka kembali ke Subulussalam berpotensi menyebarkan penularan virus ini.

Selain itu kurangnya kesadaran ASN, Pejabat, pelajar/ mahasiswa yg baru pulang dari daerah terjangkit di Indonesia, terutama zona merah (Jawa, Kalimantan dan Sulewesi)  yang harus menjalani isolasi diri 14 hari dan  tdk melakukan kontak fisik  untuk mencegah penularan virus ini. Sekali lagi virus ini 75% tidak memiliki gejala namun dapat menyebarkan kpd orang lain.

Bagaimana pencegahan Covid 19?

  1. Meningkatkan ibadah dan selalu berdoa memohon ampunan dan perlindungan Allah
  2. Jangan panik, tetap waspada dan mencari informasi dari situs resmi mengenai covid 19. jangan mudah terprovakasi berita yang tidak bertanggung jawab
  3. Melakukan cuci tangan secara rutin dengan air mengalir dan sabun, bila sedang diuar rumah gunakan disinfektan. Saat dirumah sebaiknya cuci tangan dengana sabun lebih dianjurkan daripada menggunakan disinfektan
  4. Jangan sesakali menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan.
  5. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging, dll serta melakukan olah raga secara rutin
  6. Hindari keramaian dan kontak fisik.  tetap berada di rumah bersama keluarga. jangan keluar rumah kecuali SANGAT mendesak.
  7. Bagi kaum muslim yang rutin melakukan shalat berjamaah di masjid, sebaiknya mengambil air wudhu’ dari dirumah, menggunakan sajadah sendiri, mengurangi interaksi dan bersalaman dengan jamaah lain, melakukan shalat sunat rawatib di rumah.
  8. Bagi yang memiliki gejala demam, batuk, pilek dan gangguan nafas segera berobat ke rumah sakit/ puskesmas/ praktek dokter serta tetap berada dirumah.
  9. Jangan pernah takut atau sembunyikan informasi riwayat bepergian keluar daerah/ negeri bila tim medis menanyakan riwayat perjalanan anda

About the Author:

Leave A Comment