Awas Penyakit Mental Akibat Wabah Corona!!

By |2020-04-03T09:40:55+07:00April 3rd, 2020|Artikel Kedokteran|0 Comments

Mengikuti perkembangan penyakit Corona (Covid 19) memang penting sebagai bentuk kewaspadaan diri. Apalagi Kasus infeksi virus ini terus mengalami peningkatan hari ke hari. Namun untuk sebagian orang situasi ini malah membuat semakin khawatir, panik dan stress.

Saat menjalani praktek dokter sehari-hari, tidak jarang pasien datang memeriksa kesehatan karena khawatir berlebihan terkena virus Corona sambil berkata “Saya demam, batuk, pilek apakah saya sudah terkena Corona, saya lihat di Internet gejalanya sama dengan yang saya rasakan?”.  Sebagai manusia wajar kita waspada, namun harus tetap dapat mengendalikan diri supaya tidak khawatir dan panik secara berlebihan.

Rasa khawatir atau cemas berlebihan karena penyakit Corona ini akhirnya membuat  tubuh menciptakan gejala mirip corona virus. Akibatnya, seseorang akan berpikir  bahwa ia telah terinfeksi virus corona. Padahal faktanya tidak, Kondisi ini didalam ilmu medis dikenal dengan istilah Psikosomatik.

Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran mempengaruhi tubuh hingga memicu munculnya keluhan fisik tanpa adanya penyakit. Bahasa singkatnya, penyakit pikiran yang dipindahkan ke tubuh. Gangguan psikosomatik pada wabah corona akhir-akhir ini terutama disebabkan karena rasa khawatir bila terkena virus Corona, rasa cemas setelah menerima informasi yang simpang-siur dimedia sosial, rasa terasing dan kesepian saat menjalani karantina, rasa cemas akan kecukupan kebutuhan hidup sehari-hari, rasa bosan karena tidak bisa berkumpul bersama keluarga dan teman seperti hari-hari biasanya.

Kecemasan adalah setengah dari penyakit, Ketenangan adalah setengah dari obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan (Ibnu Sina)

Cara Mengatasi Psikosomatik pada Wabah Corona

1, Menjaga Kesehatan Spiritual/ Ruhiyah

Sebagai seorang muslim kita menyadari bahwa kesehatan ruhiyah sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Elemen pendekatan spiritual yaitu seberapa dekatya seorang hamba dengan penciptanya (Allah) melalui rutinitas keagamaan, seperti Shalat, Tilawah, Berpuasa, Sedekah, dan sebagainya. Semakin dekat seseorang dengan sang khaliq (Allah) maka dipastikan ia akan lebih dapat mengendalikan ketenangan dirinya, mentalnya, atau pikirannya dari perasaan cemas, was-was, ketakutan berlebihan atau bahkan perilaku tercela.

2. Bijak memilih Informasi

Saat pandemik seperti ini batasi waktu membaca, menonton, atau mendengarkan berita tentang corona. Pilih informasi yang lebih sesuai dengan fashion kita.  Meskipun demikian kita tidak boleh ketinggalan berita penting terkait wabah ini yang bersumber dari media yang terpercaya, seperti WHO dan Kementerian Kesehatan, dan lain-lain

3. Membuat Rutinitas Sendiri

Saat ini kita dianjurkan untuk tetap dirumah dan menghindari keramaian. Untuk menghilangkan kejenuhan kita sebaiknya membuat rutinitas kesibukan sendri yang menyenangkan, seperti memasak, membaca Novel dan buku-buku Favorit, menulis,  Streaming video di Youtube, menonton film, dan lain-lain

4. Menjaga Komunikasi denga Keluarga dan Sahabat

Salah satu cara menghilangkan rasa jenuh dan stress dari wabah  ini adalah dengan tetap menjalin komunikasi hangat dengan keluarga, sahabat atau rekan kerja dengan menggunakan pesan singkat (SMS/WA), telepon, video call dengan aplikasi Zoom dan lain-lain. Saling berbagi kabar, mengabarkan rutinitas dan perasaan yang dijalani dan rasakan.

5. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta berolah raga

Saat musim pandemik seperti ini, manfaat mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta berolah raga secara teratur bukan saja untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh dari infeksi virus Corona, namun juga dapat meningkatkan kesehatan mental, menjaga kejernihan pikiran, dan perasaan yang damai.

Rasa khawatir dan takut akan pandemik Corona sangat wajar dan manusiawi, namun kita dituntut untuk selalu bersyukur dan tidak khawatir berlebihan. Menjaga hubungan dan ibadah kepada Allah, selalu bersyukur, berfikiran positif serta mengisi waktu dengan rutinitas bermanfaat dan menyenangkan adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit mental akibat wabah Corona.

penulis

dr. Al Bukhari

About the Author:

Leave A Comment